Dunia Andika

Selasa, 04 Desember 2012 0 komentar

Bakso Bibit Komet(Kota Metro)

Sabtu, 24 November 2012 0 komentar



Dulu, tahun 1980-an bakso terkenal di metro adalah bakso Bibit yang ada di pasar cendrawasih. Dan tentu tau donk di 16c ada bakso yg sangat terkenal Bakso magetan. Ternyata mereka yang punya tuh saudaraan lho. Nih dia ceritanya:
Orang menyebutnya bakso Metro. Merek dagang aslinya Bakso Bibit di Pasar Cenderawasih. Sampai awal tahun 1990-an, bakso yang dijual Bu Bibit itu hanya bisa dibeli di Pasar Cenderawasih. Setelah itu, Bibit mendorong 3 saudaranya membuka cabang Bakso Bibit di tempat lain. Salah seorang saudaranya membuka kios di Pasar Cenderawasih dan satu di Kota Gajah, Lampung Tengah. Mereka masih memakai merek dagang Bakso Bibit. Bu Bibit juga tetap mengelola kedai di Pasar Cenderawasih, tepat di samping bioskop Nuban.
Sementara salah satu adik Bibit, Ma’ruf Pujiono, membuka kedai di dekat Terminal Induk 16 C, Metro. Ia memilih merek dagang berbeda: Bakso Magetan. Rasanya tetap rasa bakso Metro yang sudah dikenal orang. Nama Magetan sendiri untuk mengingatkan pada kampung halaman yang berasal dari Magetan, Jawa Timur.
Di Bakso Magetan tidak ada bakso sebesar bola tenis. Bakso berdiameter besar itu ciri khas Bakso Bibit. Tapi jangan salah, biar kecil biasanya pelanggan akan kenyang dengan satu mangkuk saja. Ciri khas bakso Metro adalah menyediakan pentol bakso aja, gak ada tahu atau siomai seperti disajikan sebagian pedagang bakso di Jawa dan Bali. Pentol atau biji bakso di kedai bakso Magetan terasa padat, halus, dan tidak lengket oleh lemak. Tidak ada bagian kosong di tengah pentol. Wajar bila pelanggan bisa kenyang dengan seporsi bakso, apalagi kalau bakso lengkap dengan mi. Ciri khas lain, di sini bentuk baksonya panjang dan padat, gak bulet. Pentol itu dibuat dengan mesin pres dalam bentuk lonjoran. Setelah dipres, baru dipotong-potong seukuran bakso pada umumnya. Alesan pembuatnya katanya kalau dibulatkan pakai tangan, bakso tidak padat.
Agar rasanya terjamin, kedai itu hanya menggunakan daging has dan lulur sapi. Jenis daging itu menentukan tekstur halus pada bakso. Kalau pakai jenis lain, ada serat daging yang tidak hancur saat digiling. Daging juga tidak langsung digiling. Biasanya gajih atau lapisan lemak dibuang terlebih dahulu. Setelah dipisahkan dari lemak, baru daging digiling. Hasil gilingan dicampur dengan beberapa bahan lain untuk diolah menjadi pentol.
Sebagai pembimbing manasik haji, sudah pasti Ma’ruf mengutamakan kehalalan produknya. Daging sampai proses pengolahan dijamin halal dan bersih. Dengan kualitas seperti itu, pelanggan bisa menyantap seporsi bakso plus Teh bbotol seharga Rp 10.000. Harga hampir sama diberlakukan di kedai bakso saudara-saudara Ma’ruf. Harga murah dan kualitas baik memang andalan Ma’ruf menjaring pelanggan. Setiap hari rata-rata 400 porsi harus disiapkan untuk pelanggan.
 
;